Minggu, 28 April 2013

Prohibited Love [New Life] (FF)




Title            : Prohibited Love (new life)
Cast            : Suho EXO K , Kim Minra (OC/you) , Sooyoung (SNSD) , Baekhyun EXO, Lay EXO M,                                   Ahra (other)
Genre          :  Romance
Length         :  One shoot
Rated          :  T
Author         :  Bacon48

Anyeong Exotics ini FF lanjutan yang kemaren , xi xi xi . Semoga kalian suka ya dengan FF ini . Author agak gugup lo buat ini soalnya pertama kalinya author share ke Blog ... :)

Gak usah basa basi silahkan di baca ya :P

Happy Reading ^^

Kalau kau berpikir hidup ini hanya sekali
 Pernahkah kau berpikir dapat kembali ke masa lalu untuk memperbaiki saat saat yang menyakitkan?
Atau kau memilih hidup baru sebagai orang baru?
               
“Lay~ah jangan bermain di sungai lama-lama, nanti omma marah lo!” kataku dengan suara yang cukup keras.

“memang kenapa?di sini indah sekali hyung, airnya sangat jernih!”kata Lay

                Aiih,dasar anak yang susah diatur! Kenapa sih omma menyuuhku menjaga dia, toh dia hanya sepupuku saja.

“kakak, lihat disitu ada hiu!” kata Lay

“Babo!! Disungai mana ada hiu (sambil melirik tempat yang ditujukan lay). Eeeeh ...... itu manusia bodoh! Ayo kita selamatkan!”kataku sedikit agak panik.

Langsung saja tanpa berpikir panjang aku langsung datang ke sungai dan membopongnya ke tepi sungai, aku kaget ternyata dia seorang yeoja, cantik pula. Aku bingung apa yang harus kulakukan untuk yeoja ini, sedangkan dia tidak sadarkan diri

“Kak!kenapa diam saja cepat beri dia nafas buatan!” Kata Lay~ah

“Ha?!” Kataku bengong

“Apa kau gugup? Kalu gugup lebih baik aku saja!”

“Kau belajar dari mana ngomong seperti itu? Sudalah biarkan aku yang melakukan ini!” Kataku

                Dag dig dug. Kenapa aku seperti ini? Kenapa jantungku berdebar-debar, tenang ! tenang Byun Baekhyun! Jika kau tidak segera melakukannya, yeoja ini pasti akan mati! , batinku.

                Masih dengan jantung berdebar, akhrnya akupun mulai memberanikan diri untuk memberikannya nafas buatan, sebelum melakukannya kusempatkan diriku untuk mengjirup udara segar. Dan pada akhirnya aku mulai mendekatkan wajahku, semakin dekat, semakin dekat aku menempelkan bibirku ke yeoja itu. Dan pada akhirnya  ......

“uhuk, uhuk, uhuk!”

“hah, akhirnya kau sadar juga! Tadi itu sangat menegangkan” Kataku masih dengan keadaan tegang dan jantung berdebar, sekilas aku memandang adik sepupuku Lay~ah, kulihat dia sedang tertawa terbahak-bahak  karena tingkahku yang berlebihan.

“Eonn, siapa namamu” Kata Lay~ah

“Uhuk uhuk. Mmmm siapa kalian?” Yeoja itu balik bertanya menanyakan kami.

“Kami yang menolongmu saat kau terbawa arus sungai. Oh ya, aku tanya lagi siapa namamu?” Kataku yang memang dari tadi ingin tahu siapa yeoja ini sebenarnya.

“Ah nama? Siapa namaku ya? Apa kalian tahu?” Yeoja itu mengatakan dengan wajah kebingungan.

“aah sudah suudah ! lebih baik kau kerumahku saja mungkin kau masih bingung dengan keadaanmu. Oh ya kau mau ku gendong?” Kataku

“apa?”  Tanpa pikir panjang aku pun langsung menggendong yeoja ini untuk ku bawa ke rumah, kurasakan dia sama sekali tidak ada perlawanan dan tubuhnya pun terasa sangat panas.

“Lay~ah kajja! Kita pulang!” Kataku menyuruh Lay~ah untuk ikut denganku.

@Home

“Baekhyun~ah siapa yeoja ini?! Kenapa dia  tertidur dipundakmu?” Kata Ommaku masih dengan wajah terkejut dan bingung.

“Omma bolehkah yeoja ini ku tidurkan ke kamar Omma? Aku sangat capek” Kataku

“Baiklah, setelah itu jelaskan semua apa yang terjadi arraseo?”

                Kubaringkan yeoja ini pelan-pelan, kurasakan tubuhnya masih meriang. Kuperhatikan yeoja ini dari ujung kaki sampai ujung rambut “Cantik” batinku, Tapi rasa penasaran masih ada tentang yeoja ini, Apakah dia bunuh diri? Atau memang terhanyut? Pertanyaan itu masih terlintas di pikiranku.

CKLEK

“Cepat keluar. Omma ingin dengar penjelasanmu!”

“Nde Omma” Kataku menuruti Omma untuk keluar dari kamar.

(di ruang tamu) “ Apa yang terjadi?” Kata Omma

“Dia terhayut di sungai Omma, lalu aku menolongnya.”

“siapa dia?” Kata Omma mengajukan pertanyaan.

“Molla. Saat kutanyakan siapa dia, dia berkata tidak tahu, mungkin dia . . . amnesia Omma”

“Amnesia? Kenapabisa, dia kan hanya terhanyut di sungai’”

“Mungkin terbentur sesuatu Omma, oh ya Omma badan yeoja itu meriang. Apa yang harus kulakukan?”

“Kau ini begitu saja tidak tahu, cepat kompres dia!”  Kata Ommku dengan wajah menahan tawa.

@Kamar

                Kuletakkan kompres di dahinya, tidak lupa kuberi dia selimut agar tidak kedinginan “sepertinya ada yang kurang” batinku, kuperhatikan dia dengan cermat, kulihat bajunya yang masih basah.

BLUSH

                Tanpa sadar aku mengkhayal sedang menggantikan yeoja ini pakaian.

                Ani . . . aniyo , kan ada Omma! Kenapa aku berpikiran seperti itu?!

“Omma tolong gantikan baju yeoja ini.”

“Baju siapa?” Kata Omma yang masih berada diluar

“Baju Omma lah, baju siapa lagi?” Kataku

“Baiklah Omma segera kesana!”

CKLEK

“loh kenapa  kau masih di dini! Cepat keluar, apa kau inigin melihat yeoja ini telanjang?” Kata Ommaku dengan nada sedikit membentak.


15 menit kemudian  . . . .

“Bagaimana Omma?” kataku

“Aiish kau ini! Kenapa tidak sedari tadi kau menyruh Omma mengganti bajunya, lihat kasur Omma menjadi basah karenamu!”

“Mian Omma!” Kataku dengan sedikit wajah memelas.

“Aiih aiih anak ini, ya sudah cepat bopong dia kekamarmu, sedangkan Omma akan membereskan kasurnya.”

“Gomawo Omma” Kataku

                Akupun segera membopong yeoja itu kekamarku. Aku merasa kasihan dengan yeoja ini ,setelah siuman kenapa dia tidak sadarkan diri lagi?

                Kutinggalkan yeoja ini sebentar untuk mandi, setelah itu aku kembali ke kamar untuk menjaganya dan mengganti kompres yang ada di keningnya. Kupandang wajahnya lekat-lekat, aku  berkata “Cantik”  mungkin sudah berkali kali aku mengatakannya. Tapi ku akui dia memang yeoja yang sangat cantik. Karena mengantuk kuputuskan untuk tidur, mungkin kalian berpikir aku akan tidur di sampingnya, tetapi itu salah aku berniat tidur di sofa.

@Night

Setelah tertidur cukup lama, akhirnya aku bangun juga. Kulihat yeoja itu masih belum siuman, aku duduk di sampingnya,ku elus rambutnya yang tergerai panjang dan sambil berdo’a berharap agar yeoja ini cepat sadar. Mungkin karena terlalu lama aku berada di samping yeoja ini tanpa melakukan apa-apa akhirnya akupun tertidur lagi.

@Morning

                Tak terasa cepat sekali matahari muncul,dalam keadaan setengah sadar aku berusaha meregangkan otot otot yang kaku, karena terlalu banyak tidur. Aku merasakan ada yang menatapku tajam, aku memandang orang itu “Ah seorang yeoja” batinku.

“Eeeh.”  Aku lupa,dia yeoja yang telah aku selamatkan kemarin, tanpa basa basi akupun langsung menanyakan keadaannya.

“Hei, bagaimana keadaanmu?kau tau , kau sudah tidak sadarkan diri selama 24 jam lebih”

“Kau siapa?kenapa bisa tidur di sampingku?Aku sekarang dimana?” katanya dengan wajah yang kaget.
“kau lupa ya, aku yang menyelamatkanmu kemarin saat kau terhanyut di sungai, perkenalkan aku Byun Baekhyun” Kataku

“Ter . . . terhanyut?”’ katanya masih dengan raut wajah kebingungan.

“iya terhanyut! Oh ya siapa namamu?”Kataku masih dengan pertanyaan sama seperti kemarin.

“Ah nama? Siapa namaku, a  . . . aku tidak ingat sama sekali”

                Kata katanya masih sama  dengan yang kemarin, mungkin benar, dia memang terkena amnesia.
“Sudahlah cepatlah mandi, itu kamar mandinya , aku akan mandi di tempat lain.” Kataku dengan ramah.

                Akupun langsung keluar kamar meninggalkannya.

“Kak bagaimana keadaan yeoja itu?” kata Lay.

“Dia sudah sadar, sekarang dia sedang mandi . Sudah ya aku mau mandi dulu.” Kataku.

@setelah mandi

“Noona, kau cantik!” kata Lay

“Aaaah gomawo Lay~ssi.” Kata yeoja itu.

                Kuliahat   yeoja itu sedang mengobrol dengan Lay, kenapa mereka cepat sekali akrab? Batinku.

“Anak-anak cepatlah makan” kata Omma sambil meninggikan suaranya.

“Noona kajja, ayo kita makan.”

“Boleh?aku kan bukan keluarga kalian.”kata yeoja itu.

“Sudalah noonaikut saja makan dengan kami, omma ingin berkenalan denganmu.” Kata Lay

@ruang makan

“Anak muda siapa namamu?kau tinggal kemana? Kenapa kau bisa terhanyut?” kata Ommaku.

“mmm ... mian, aku tidak tau siapa diriku, aku tidak ingat apa apa, aku juga tidak tahu kenapa aku bisa terhanyut.” Kata yeoja itu.

“Lalu kau mau apa setelah ini?”

“molla, aku tidak tahu harus kemana atu mau apa. Mungkin aku akan mencari pekerjaan agar bisa hidup.”
“bagaimana kalau kau tinggal disini!” Kataku tiba tiba.

“MWO!!!” mereka kaget secara bersamaan saat aku berkata begitu.

“Wae? Bukankah lebih baik jika yeoja ini tinggal bersama kita? Apalagi Omma ingin anak perempuan kan daridulu.” Kataku.

“Sebentar Omma pikirkan dulu.”

“omma lebih baik yeoja ini tinggal bersama kita saja, sepertinya yeoja ini baik hati pasti akan menyenangkan bila yeoja ini berada di sini.” Kata Lay dengan semangat.

 “benar Omma, kalau yeoja ini ada bersama kita aku tidak akan kesepian lagi, apalagi aku pernah memberinya nafas buatan!” kataku menambahi.

“jaga bicaramu!” kata ommaku geram.

“ha ha ha , aku hanya bercanda omma.” Kataku.

“Baiklah omma menurut saja, mungkin yeoja ini dapat memberi berkah untuk keluarga kita. Anak muda maukah kau tinggal di sini?”

“Sungguh? Bolehkah nyonya? Aku akan berusaha dengan baik” kata yeoja itu langsung berdiri dan membungkukkan badan.

“Anak muda jangan panggil aku nyonya, panggil aku omma saja nde.”

“Ah mian nyonya ... maksudku Omma.” Kata yeoja itu.

“Ehem.. pertama tama kita harus  menamai dulu yeoja ini , sungguh dari tadi aku bingung mau memanggilnya apa.” Sergahku.

“Bagaimana kalau marganya park sepertinya cocok.” Kata Lay~ah memberi ide.

“bagus bagus , lalu sambungan dari nama itu apa?” kataku lagi.

“Bora?” kat Ommaku.

“ ani ... anio. Nama itu jelek.” Kataku.

“Ide bagus!” kataku, Lay, dan omma bersamaan.

“ha ha ha.” Yeoja itu tertawa.

                Untuk pertama kalinya aku melihat yeoja itu tertawa, begitu manis. Seperti tidak ada beban dihidupnya. Aku beruntung dapat menemukannya.

“sudah sudah, ayo kita lanjutkan makannya !” kata Ommaku sedikit membentak.

@setelah makan

“Nah, sekarang ini kamarmu.”kataku.

“Sungguh Baekhyun~ssi? Kau tidak keberatan? Ini kan kamarmu.”

“Gwanchenayo, Aku bisa tidur dengan Lay~ah.”

“kamshamnida baekhyun~ssi .” kata yeoja itu sambil membungkuk.

“Sudahlah, jangan repot repot. Oh ya kau ...” kataku agak ragu.

“kau? Kenapa aku?”

“Kau ... panggil aku Oppa saja .” kataku langsung beranjak pergi.

                Aaah baekhyun babo!! Kenapa kau di depan seorang yeoja bisa seperti itu? Kau kenapa baekhyun !!! kau seperti tidak pernah meliha yeoja saja! Aaakh!.

“hyung kenapa wajahmu begitu?” kata lay mengagetkanku.

“ha?diamlah tidak usah banyak tanya! Sekarang aku akan tidur di kamarmu , kenapa wajahmu melongo ?? akkh sudalah aku mau keluar dulu!” kataku.

“Hyung?”

                Huh daripada aku terus memikirkan yeoja itu lebih baik aku keluar untuk jalan-jalan. Aku tidak menyangka bakal seperti ini.

“Oppa ...” aku menoleh ke arah sumber suara.

“wae ...” aku tidak menyangka bahwa yeoja itu yang memanggilku.

“mau ... kemana?”

“jalan-jalan”

“’boleh ikut ?” kata yeoja itu.

“mmm.. ayo ..”kataku.

                Akupun berjalan-jalan dengannya,banyak sekali tetangga yang melirik ke arahku, mereka seperti kaget karena sesuatu. Mungkin saat ini wajahku sangat merah, kami berjalan santai tanpa adanya percakapan. Inilah yang membuatku sangat tertekan.

“Hei Byun Baekhyun, apakah ini yeojachingumu??!” kata Chanyeol yang berlari menuju kearahku.

“ani... anio dia... dia ..” kataku gugup.

“ha ha ha, jangan berbohong .”kata chanyeol.

“dia .. Park Sora.” Yeoja itupun langsung membungkukkan badan

“Annyeonghaseo naneun Park Sora imnida” kata yeoja itu.

“aku Park Chanyeol , kau siapanya baekhyun.?”

“aku ... mmm baekhyun yang menyelamatkanku saat aku terhanyut di sungai.”

“Jinjja?Hebat kau Byun Baekhyun  dulu saat aku tenggelam di kolam kau tidak menolong sama sekali!” kata chanyeol.

“situasinya kan beda, ayo Sora kita pergi (sambil menarik tangan Sora).”

                Sebelum Chanyeol bertanya macam-macam lebih baik aku harus pergi menghindar, aku tidak mau jika Chanyeol tau kalau aku telah memberikan nafas buatan kepada yeoja ini.
“oppa ini mau kemana?”

“rumah saja nde? Ini sudah sore.”

TBC~~~

Sabtu, 27 April 2013

Prohibited Love (FF)


Title            :Prohibeted Love
Cast            : Suho EXO K , Kim Minra (OC/you) , Sooyoung (SNSD) , Kim Ahra (other)
Genre          :  Romance
Length         :  One shoot
Rated          :  T
Author         :  Bacon48

Anyeong readers , ini pertamakalinya loh author debutin FF. Ini adalah FF ke 4 yang dijamin masih fresh (?). ya udalah gak usah basa basi lagi , silahkan nikmati hidangan dari author Bacon48 yang dijamin bikin serangan jantung,impotensi,gangguan kehamilan,dan janin(?)

Happy Reading~~

               
Perkenalkan namaku Kim Minra, sudah 11 tahun aku hidup seperti ini, terkekang di dalam rumah dengan bersemayamnya kanker paru-paruku. Kanker ini dikenal langka,hingga dokter pun tidak bisa menyembuhkanku dari penyakit ini. Aku tinggal bersama ibuku (kim ahra) dan kakku (kim jungmyeon), dimana appaku? Yah ... bisa dikatakan omma dan appaku bercerai saat umurku 5 tahun. Aku selalu menganggap appaku hilang dari dunia ini! Kenapa aku begitu? Ya karena dia ommaku  kehilangan segalanya, warisan dan kekayaan yang dimiliki ommaku telah ia rebut hingga ibuku jatuh miskin. Untunglah ibuku orang yang pekerja keras , pagi dan malam ia giat bekerja hingga sekarang ibuku menjadi pengusaha yang sukses dan ternama di Korea.
                Sudah cukup perkenalan tentang ommaku,sekarang kembali ke aku lagi. Tadi sudah kukatakan aku terkena penyakit kanker paru-paru yang sangat langka, buatku itu sangatlah tidak enak, seharusnya aku dapat menikmati masa remajaku dengan indah, tapi tidak karena penyakit ini aku hanya bisa tinggal di rumah. Aku selalu meminta kepada ibuku agar aku dimaksukkan SMA umum tapi ibuku selalu bilang “Jangan sayang, nanti penyakitmu tambah parah” atau “kamu masih bertahan pun ibu sudah bersyukur” apa itu? Aku sudah muak dengan kata-kata seperti itu. Aku ingin bebas! Home Schooling pun tidak boleh, katanya ini akan menambah parah penyakitku. Sampai suatu hari terlintas di kepalaku untuk bunuh diri. Tapi, karena oppaku semua ide bodoh itu lenyap, dia selalu menyemangatiku dan selalu berkata “Semangat itu untuk hidup dan hidup itu untuk semangat,jangan kau sia siakan hidupmu untuk hal bodoh. Kau masih bisa bernafas itu sudah merupakan anugrah dari tuhan. Jadi semangat ya! “ Dengan senyum merekah dan suara yang lantang kakaku memberikan semangat, tanpa sadar aku pun mulai menyukainya.

“omma,minra . oppa pulang!”
“oppa sudah pulang (menuju pintu). Omma tidak ada , dia masih sibuk dengan pekerjaannya” kataku
“Wah sayang sekali” kata kakakku.
“memang kenapa? Di luar itu teman kakak ya? Suruh masuk saja”
“boleh? Sooyoung masuklah, aku ingin mengenalkanmu pada addikku!” (yeoja itu langsung masuk kedalam rumah)
“Minra~ah, kenalkan ini Sooyoung pacarku.” Kata oppa.
“Anyeonghaseo, Minra~ssi senang bertemu denganmu” kata Sooyoung dengan wajah berseri.
                Diam, ya aku hanya diam, aku tidak menyangka oppa suho mempunyai yeojachingu dan berani membawanya ke rumah. Sakit, rasanya sakit sekali , inngin sekali aku menampar yeoja ini dan berkatata “Kau tidak pantas untuk Suho oppa!Cepat pergi!” Apa daya aku adalah yeoja yang lemah dan tidak berdaya yang hanya bisa memendam rasa di dalam hati, buktinya menyatakan cinta pada kakakya sendiri saja tidak bisa. Dengan terpaksa aku tersenyum dan menyapanya.
“Minra~ah, akan kubuatkan teh duduklah dan berbincang dengan Sooyoung” kata Suho oppa
“ah tidak usah oppa aku saja yang membuatkan teh!” kataku.
                Dengan senyum licik aku berjalan ke dapur, Menurut kalian aku akan membiarkan mereka bermesraan?jawabannya tidak!aku telah menyiapkan sebuah rencana agar yeoja itu pergi dari rumahku.
                Dengan santainya aku membuat teh,yang pertama kubuat teh untuk Suho oppa, yang kedua aku membuat teh dengan mencampurkan garam ke minuman itu.
“Saatnya rencana” batinku. Aku menjatuhkan teh kepunyaan Suho oppa dan mengambil sebuah pecahan gelas, lalu kurobekkan kulitku menggunakan pecahan tersebut.

PRANG

                Sesuai rencana, oppa langsung bergegas ke dapur dan menanyakan keadaanku.
“Minra~ah gwanchenayo?”kata oppa sedikit khawatir
“Oppa, sakit” aku merintih kesakitan sambil menunjukkan jariku yang berdarah.
“Minra~ah, kau mungkin kelelahan, ayo kuantar kekamar!”
“Oppa itu teh untuk Sooyoung eonni,pasti dia haus,aku bisa kekamar sendiri kok.”kataku dengan tampang meyakinkan.
“Sungguh?Baiklah kau hati-hatilah kekamar.”Dengan khawatir Suho oppa menuruti kemaunku dan tidak lupa dengan membawakan secangkir teh untuk yeoja gila itu.
                Akupun langsung kekamar dan mendengarkan pembicaraan mereka.
“Chagiya,waeyo?kenapa dengan adikkmu. Apakah dia baik baik saja?” kata Sooyoung
“Ne chagi, gwanchenayo. Ini tehnya minumlah dulu.”
“Gomawo chagi akan aku minum.” Kata Sooyoung lagi.
Sluuuuurp ........... uhuk uhuk
“Chagi, waeyo?”kata Suho oppa.
“Oppa, tehnya asin sekali!!!?”
“mungkin Minra~ah salah mengambil gula!” Kata Suho oppa dengan wajah panik.
“Oppa aku ingin pulang aku lelah!!”
“Ah ne,ne aku mengerti. Aku akan mengantarmu pulang.”
                Mendengar pembicaraan oppa dengan yeoja itu,aku merasa muak! Apa?pulang? Tidak bisa,tidak akan kubiarkan oppa pulang dengan yeoja gila itu. Terbesit rencana di otakku, dengan senyum licik aku membatin. “Kim Minra kau memang pintar!”
                Tanpa basa basi aku langsung merencanakan rencana yang telah aku buat.
“Oppa,aduh sakit oppa. Kenapa dadaku sesakit ini.” Aku berteriak dengan keras agar mereka dengar.
“Aduh! Apalagi ini? Sooyoung bisakah kau pulang sendiri. Adikku sepertinya kambuh lagi. Tidak apa apa kan?” kata Suho
“Terserahlah oppa!! Aku mau pulang.” Kata Sooyoung dengan wajah yang terlihat marah.
                Tanpa menghiraukan yeojachingunya, kakku langsung bergegas mendatangiku.
“Minra~ah kau tidak apa apa?”
“Kau telat oppa! Aku sudah tidak apa apa!” kataku sedikit membetaknya.
“Ha ha ha, mian. Yasudah cepatlah istirahat.”
“Oh ya oppa aku lupa mengatakan kalau omma akan keluar kota selama seminggu untuk pekerjaan.
“Begitukah?ya sudah cepatlah tidur.”
                Dengan perasaan lega aku mulai memejamkan mata,aku tidak menyangka dapat melakukan semuanya tadi.
                Aku memejamkan mata tapi tidak tidur,entah kenapa aku tidak bisa tidur?aneh tidak biasanya aku begini?.
                Sembari memejamkan mata aku membayangkan,aku memikirkan hal yang lucu agar aku dapat tidur. Saat memejamkan mata lama-lama pikiranku terpusat pada yeoja itu. Banyak sekali pertanyaan pertanyaan yang ada di otakku, apa yang dilakukan oppa saat bersama yeoja itu? Apakah mereka suka bermesraan? Dan apakah yeoja itu genit? Ingin sekali aku memisahkan mereka berdua. Tida ada yang boleh memiliki oppa selain diriku. Sampai malam aku memikirkan hal tu,dan lama kelamaan akhirnya akupun tertidur.
@Morning
“Minra~ah bangunlah.”
                Terdengar suara lembut yang membuatku terbangun dari tidur, aku pun perlahan lahan membuka mataku.
“Oppa,waeyo?”kataku dengan wajah masih mengantuk.
“Oppa sekolah dulu nde?Makanannya sudah oppa siapkan di meja makan.”
“Nde oppa, hati hati !”
“ya sudah oppa berangkat dulu.”
CKLEK
                Oppa pun muali meninggalkan kamar. Ah sepi sekali, dirumah sebesar ini hanya aku yang tinggal. Ingin sekali aku berjalan-jala dan datang ke sekolahan oppa untuk melihatnya belajar.....
                Eeeh? Tunggu! Kesekolah?sepertinya itu ide yang bagus. Baiklah aku akan membuntuti oppa. Xi xi xi
                Sebelum ke sekolah oppa,tidak lupa aku mandi dulu. Setelah melakukan persiapan aku pun langsung keluar rumah dan mencari taxi, tidak lupa aku membawa uang lebih untuk jaga-jaga.
@School
                Akhirnya aku sampai juga di sekolahan oppa, untunglah oppa pernah mengatak dimana dia bersekolah sehingga dengan mudah aku dapat mengatakannya kepada supir taxi.
                Aku benar benar tidak menyangka , ternyata sekolahan seperti ini toh?benar benar luas ya . seandainya aku bisa sekolah di sini mungkin akan menyenangkan.
                Tanpa sadar, aku melupakan tujuan utamaku datang ke sekolah. Aku terlalu kagum, sudah lama aku ingin bersekolah , bisa berada di sini bagiku suatu keajaiban.
                Saat ingin memasuki halaman sekolah, kulihat seorang satpam sedang tertidur dengan lelap. Saat itu aku merasa beruntung, karena dengan begitu aku dapat menyelinap sekolah ini dengan mudah.
                Saat berada di halam sekolah, aku mengamati setiap orang. Ya! Aku sedang mencari oppa, aku tidak ingin oppa bersama yeoja gila itu.
                Sampailah aku ditaman sekolahan tersebut. Kulihat ada seorang yeoja sedang berbincang, karena penasaran ku intip yeoja itu di dekat semak semak. Aku kaget, ternyata yeoja itu adalah Sooyoung dan orang yang sedang bersamanya adalah oppa. Aku memasang telinga agar dapat mendengarkan pembicaraan mereka.
“Oppa, kau tahu kemarin adalah hari yang paling buruk!”
“Nde, chagi. Aku juga berpikir begitu.”
“Oh ya chagi, kapan kau akan mengenalkanku pada ibumu?”kata yeoja itu.
“Secepatnnya chagi,dan setelah SMA lalu aku mempunyai pekerjaan yang mapan aku berniat melamarmu.” Kata oppa sambil mencium Sooyoung dengan mesra.
                Setelah mendengar itu,hatiku seperti ditusuk tusuk, rasanya sakit sekali. Apa melamar? Oppa apa kau berniat meninggalkan aku sendiri? Oppa aku mencintaimu oppa,saat kau mencium yeoja itu hatiku sangat sakit . oppa tega teganya kau melakukan semua ini kepadaku.
                Ditaman itu aku mengangis sejadi jadinya, agar tidak terdengar aku menutup mulutku dengan tanganku. Karena aku sudah tidak kuat lagi akupun langsung pergi, tentunya dengan berhati hati.
@home
                Saat sampai dirumah aku menangis sekeras yang aku bisa, ingin sekali aku membunuh yeoja gila itu. Karena dia oppa meninggalkanku.
                Setelah menangis berjam jam aku measa lelah, dan aku memutuskan untuk beristirahat di kamar.
                Kring Kring
                Akupun mulai terbangun , ku dengar telfon berbunyi. Segera aku mengangkat telfon itu.
“yeoboseo?” kataku.
“minra~ah mian, oppa tidak bisa pulang sekarang mungkin malam malam akan pulang. Di meja makan rotinya masih tersisa kan?”
“ah nde oppa.” Langsung saja ku tutup telfon itu. Aku benar benar marah saat ini, aku yakin oppa tidak pulang untuk berkencan dengannya. Padahal dulu oppa tak pernah seperti ini , sekarang demi KENCAN dia meninggalkan adiknya yang sakit sepeti aku.
                Akupun mulai tidur kembali, aku tidak merasakan lapar sama sekali.
Paginya aku terbangun, aku merasa aneh tidak biasanya oppa tidak membangunkanku? Karena merasa lapar akupun langsung menuju kemeja makan.Terlihat semua makanan sudah di siapkan  dan tedapat secarik kertas. Kubaca pesan dari oppa yang bertuliskan “Oppa berangkat sekolah dulu ne^^ makanannya sudah oppa siapkan.”
                Kulemparkan secarik kertas itu kesembarang arah,dan langsung memakan masakan dari oppa Suho.
                Setelah makan seperti biasa aku akan langsung ke tempat Suho oppa bersekolah, tentunya dengan menyelinap.
                Sudah lima hari aku melakukan hal seperti ini menyelinap ke sekolah oppa, dan itu sudah menjadi kebiasaan. Sekarang aku berisap-siap untuk berangkat. Setelah sampai di sekolah seperti biasa aku akan menyelinap di taman dan mendengarkan dua sejoli itu sedang berbincang dan bermesraan.
“aku tidak tahan lagi.” Batinku , mungkin ini saatnya untuk aku berbicara sesungguhnya. Akupun langsung berdiri dan mendatangi mereka berdua. Tidak sampai beberapa langkah aku merasakan pusing dan mataku berkunang kunang. Akhirnya aku ambruk.
@UKS
“Minra~ah bangunlah” Terdengar seseorang yang menyuruhku bangun, ya suara yang aku kenal sejak aku masih kecil. Akupun mulai membuka sedikit demi sedikit kelopak mataku yang tersasa berat.
“Minra~ah kau sudah sadar!!?”
“Ah, nde oppa” kataku berusaha meyakinkannya.
“kenapa kau bisa sampai ke sekolah ini?” kata Suho.
“mmmm ...” aku bingung harus berkata apa. Terdengar  derap kaki sedang menuju kemari, lantas ku alihkan pandanganku ke sumber suara itu.
“Chagiya, apakah Minra~ssi sudah sadar?” Suara itu, ya dia yeoja gila yang telah menghasut oppaku.
                Tanpa aba-aba aku langsung terbangun dan menampar yeoja itu dengan keras hingga pipinya pun terlihat memerah.
“Mina~ah! Apa yang kau lakukan?!” kata oppa sedikit membentakku.
“Chagi... appo” kata Sooyoung sambil memegang pipinya yang sakit.
“Minra~ah apa maksudmu? Kau taukan dia yeojachingu oppa!”
“Oppa! Kau tidak pantas bersama dia!Yang pantas hanyalah aku oppa! Sudah lama aku memendam perasaan ini, tapi apa? Ternyata oppatelah memiliki seorang yeojachingu yang bodoh dan gila seperti dia. Oppa lekaslah putus dengannya! Aku ..... aku mencintaimu oppa!” kataku dengan suara lantang.
PLAK
“apa? Ayo katakan sekali lagi?” tamparan Suho oppa sukses mendarat di pipiku.
“ya opa . AKU MENCINTAIMU!!!”
PLAK
“Apa mencintai? Kau itu bodoh atau apa? Kita satu darah Minra. Sadarlah! Kita dilahirkan oleh ibu yang sama!Kau itu bodoh atau tidak waras! Jangan manja!” kata Suho oppa tegas.
“Ya aku memang yeoja bodoh dan tidak waras, ini semua terjadi karena oppa. Setiap hari, setiap jam, setiap detik yang aku pandang hanya oppa seorang. Bukanlah wajar bila seorang yeoja menyukai namja?”
“Ya ! kau salah Minra, kau salah besar! Ingat aku ini KAKAKmu, wajar bila seorang kakak menyayangi adiknya.!!”
“Tapi oppa... (sambil wajah berlinang air mata) aku benar benar mencintaimu.”
“AAAAKH! Oppa sudah muak dengan kelakuanmu, kau terlalu manja Minra! Harusnya saat kau berniat bunuh diri aku membiarkanmu saja! Orang yang penyakitan sepertimu harusnya cepat mati!!” Oppapun langsung mendorongku hingga jatuh tersungkur.
“BAIKLAH JIKA ITU YANG OPPA INGINKAN!” kataku dengan lantang.
                Akupun langsung berlari pergi meninggalkan mereka berdua,dan langsung keluar dari sekolah itu tanpa menghiraukan satpam yang masih saja tertidur.Saat berada di jalan raya aku berhenti di sebuah jembatan.
“Apa gunanya hidup jika orang yang aku cintai menginginkanku mati, apakah cinta sesakit ini rasanya?apakah sesakit ini Omma saat di ceraikan oleh Appa? Aku sudah tidak kuat lagi menghadapi ini semua. Mungkin ini jalan satu-satunya yang terbaik untukku.” Dengan mata terpejam,akupun bersiap-siap untuk mengakhiri hidupku. Sesaat sebelum aku terjun, aku teringat saat dimana oppa sangat menyayangiku.