Minggu, 28 April 2013

Prohibited Love [New Life] (FF)




Title            : Prohibited Love (new life)
Cast            : Suho EXO K , Kim Minra (OC/you) , Sooyoung (SNSD) , Baekhyun EXO, Lay EXO M,                                   Ahra (other)
Genre          :  Romance
Length         :  One shoot
Rated          :  T
Author         :  Bacon48

Anyeong Exotics ini FF lanjutan yang kemaren , xi xi xi . Semoga kalian suka ya dengan FF ini . Author agak gugup lo buat ini soalnya pertama kalinya author share ke Blog ... :)

Gak usah basa basi silahkan di baca ya :P

Happy Reading ^^

Kalau kau berpikir hidup ini hanya sekali
 Pernahkah kau berpikir dapat kembali ke masa lalu untuk memperbaiki saat saat yang menyakitkan?
Atau kau memilih hidup baru sebagai orang baru?
               
“Lay~ah jangan bermain di sungai lama-lama, nanti omma marah lo!” kataku dengan suara yang cukup keras.

“memang kenapa?di sini indah sekali hyung, airnya sangat jernih!”kata Lay

                Aiih,dasar anak yang susah diatur! Kenapa sih omma menyuuhku menjaga dia, toh dia hanya sepupuku saja.

“kakak, lihat disitu ada hiu!” kata Lay

“Babo!! Disungai mana ada hiu (sambil melirik tempat yang ditujukan lay). Eeeeh ...... itu manusia bodoh! Ayo kita selamatkan!”kataku sedikit agak panik.

Langsung saja tanpa berpikir panjang aku langsung datang ke sungai dan membopongnya ke tepi sungai, aku kaget ternyata dia seorang yeoja, cantik pula. Aku bingung apa yang harus kulakukan untuk yeoja ini, sedangkan dia tidak sadarkan diri

“Kak!kenapa diam saja cepat beri dia nafas buatan!” Kata Lay~ah

“Ha?!” Kataku bengong

“Apa kau gugup? Kalu gugup lebih baik aku saja!”

“Kau belajar dari mana ngomong seperti itu? Sudalah biarkan aku yang melakukan ini!” Kataku

                Dag dig dug. Kenapa aku seperti ini? Kenapa jantungku berdebar-debar, tenang ! tenang Byun Baekhyun! Jika kau tidak segera melakukannya, yeoja ini pasti akan mati! , batinku.

                Masih dengan jantung berdebar, akhrnya akupun mulai memberanikan diri untuk memberikannya nafas buatan, sebelum melakukannya kusempatkan diriku untuk mengjirup udara segar. Dan pada akhirnya aku mulai mendekatkan wajahku, semakin dekat, semakin dekat aku menempelkan bibirku ke yeoja itu. Dan pada akhirnya  ......

“uhuk, uhuk, uhuk!”

“hah, akhirnya kau sadar juga! Tadi itu sangat menegangkan” Kataku masih dengan keadaan tegang dan jantung berdebar, sekilas aku memandang adik sepupuku Lay~ah, kulihat dia sedang tertawa terbahak-bahak  karena tingkahku yang berlebihan.

“Eonn, siapa namamu” Kata Lay~ah

“Uhuk uhuk. Mmmm siapa kalian?” Yeoja itu balik bertanya menanyakan kami.

“Kami yang menolongmu saat kau terbawa arus sungai. Oh ya, aku tanya lagi siapa namamu?” Kataku yang memang dari tadi ingin tahu siapa yeoja ini sebenarnya.

“Ah nama? Siapa namaku ya? Apa kalian tahu?” Yeoja itu mengatakan dengan wajah kebingungan.

“aah sudah suudah ! lebih baik kau kerumahku saja mungkin kau masih bingung dengan keadaanmu. Oh ya kau mau ku gendong?” Kataku

“apa?”  Tanpa pikir panjang aku pun langsung menggendong yeoja ini untuk ku bawa ke rumah, kurasakan dia sama sekali tidak ada perlawanan dan tubuhnya pun terasa sangat panas.

“Lay~ah kajja! Kita pulang!” Kataku menyuruh Lay~ah untuk ikut denganku.

@Home

“Baekhyun~ah siapa yeoja ini?! Kenapa dia  tertidur dipundakmu?” Kata Ommaku masih dengan wajah terkejut dan bingung.

“Omma bolehkah yeoja ini ku tidurkan ke kamar Omma? Aku sangat capek” Kataku

“Baiklah, setelah itu jelaskan semua apa yang terjadi arraseo?”

                Kubaringkan yeoja ini pelan-pelan, kurasakan tubuhnya masih meriang. Kuperhatikan yeoja ini dari ujung kaki sampai ujung rambut “Cantik” batinku, Tapi rasa penasaran masih ada tentang yeoja ini, Apakah dia bunuh diri? Atau memang terhanyut? Pertanyaan itu masih terlintas di pikiranku.

CKLEK

“Cepat keluar. Omma ingin dengar penjelasanmu!”

“Nde Omma” Kataku menuruti Omma untuk keluar dari kamar.

(di ruang tamu) “ Apa yang terjadi?” Kata Omma

“Dia terhayut di sungai Omma, lalu aku menolongnya.”

“siapa dia?” Kata Omma mengajukan pertanyaan.

“Molla. Saat kutanyakan siapa dia, dia berkata tidak tahu, mungkin dia . . . amnesia Omma”

“Amnesia? Kenapabisa, dia kan hanya terhanyut di sungai’”

“Mungkin terbentur sesuatu Omma, oh ya Omma badan yeoja itu meriang. Apa yang harus kulakukan?”

“Kau ini begitu saja tidak tahu, cepat kompres dia!”  Kata Ommku dengan wajah menahan tawa.

@Kamar

                Kuletakkan kompres di dahinya, tidak lupa kuberi dia selimut agar tidak kedinginan “sepertinya ada yang kurang” batinku, kuperhatikan dia dengan cermat, kulihat bajunya yang masih basah.

BLUSH

                Tanpa sadar aku mengkhayal sedang menggantikan yeoja ini pakaian.

                Ani . . . aniyo , kan ada Omma! Kenapa aku berpikiran seperti itu?!

“Omma tolong gantikan baju yeoja ini.”

“Baju siapa?” Kata Omma yang masih berada diluar

“Baju Omma lah, baju siapa lagi?” Kataku

“Baiklah Omma segera kesana!”

CKLEK

“loh kenapa  kau masih di dini! Cepat keluar, apa kau inigin melihat yeoja ini telanjang?” Kata Ommaku dengan nada sedikit membentak.


15 menit kemudian  . . . .

“Bagaimana Omma?” kataku

“Aiish kau ini! Kenapa tidak sedari tadi kau menyruh Omma mengganti bajunya, lihat kasur Omma menjadi basah karenamu!”

“Mian Omma!” Kataku dengan sedikit wajah memelas.

“Aiih aiih anak ini, ya sudah cepat bopong dia kekamarmu, sedangkan Omma akan membereskan kasurnya.”

“Gomawo Omma” Kataku

                Akupun segera membopong yeoja itu kekamarku. Aku merasa kasihan dengan yeoja ini ,setelah siuman kenapa dia tidak sadarkan diri lagi?

                Kutinggalkan yeoja ini sebentar untuk mandi, setelah itu aku kembali ke kamar untuk menjaganya dan mengganti kompres yang ada di keningnya. Kupandang wajahnya lekat-lekat, aku  berkata “Cantik”  mungkin sudah berkali kali aku mengatakannya. Tapi ku akui dia memang yeoja yang sangat cantik. Karena mengantuk kuputuskan untuk tidur, mungkin kalian berpikir aku akan tidur di sampingnya, tetapi itu salah aku berniat tidur di sofa.

@Night

Setelah tertidur cukup lama, akhirnya aku bangun juga. Kulihat yeoja itu masih belum siuman, aku duduk di sampingnya,ku elus rambutnya yang tergerai panjang dan sambil berdo’a berharap agar yeoja ini cepat sadar. Mungkin karena terlalu lama aku berada di samping yeoja ini tanpa melakukan apa-apa akhirnya akupun tertidur lagi.

@Morning

                Tak terasa cepat sekali matahari muncul,dalam keadaan setengah sadar aku berusaha meregangkan otot otot yang kaku, karena terlalu banyak tidur. Aku merasakan ada yang menatapku tajam, aku memandang orang itu “Ah seorang yeoja” batinku.

“Eeeh.”  Aku lupa,dia yeoja yang telah aku selamatkan kemarin, tanpa basa basi akupun langsung menanyakan keadaannya.

“Hei, bagaimana keadaanmu?kau tau , kau sudah tidak sadarkan diri selama 24 jam lebih”

“Kau siapa?kenapa bisa tidur di sampingku?Aku sekarang dimana?” katanya dengan wajah yang kaget.
“kau lupa ya, aku yang menyelamatkanmu kemarin saat kau terhanyut di sungai, perkenalkan aku Byun Baekhyun” Kataku

“Ter . . . terhanyut?”’ katanya masih dengan raut wajah kebingungan.

“iya terhanyut! Oh ya siapa namamu?”Kataku masih dengan pertanyaan sama seperti kemarin.

“Ah nama? Siapa namaku, a  . . . aku tidak ingat sama sekali”

                Kata katanya masih sama  dengan yang kemarin, mungkin benar, dia memang terkena amnesia.
“Sudahlah cepatlah mandi, itu kamar mandinya , aku akan mandi di tempat lain.” Kataku dengan ramah.

                Akupun langsung keluar kamar meninggalkannya.

“Kak bagaimana keadaan yeoja itu?” kata Lay.

“Dia sudah sadar, sekarang dia sedang mandi . Sudah ya aku mau mandi dulu.” Kataku.

@setelah mandi

“Noona, kau cantik!” kata Lay

“Aaaah gomawo Lay~ssi.” Kata yeoja itu.

                Kuliahat   yeoja itu sedang mengobrol dengan Lay, kenapa mereka cepat sekali akrab? Batinku.

“Anak-anak cepatlah makan” kata Omma sambil meninggikan suaranya.

“Noona kajja, ayo kita makan.”

“Boleh?aku kan bukan keluarga kalian.”kata yeoja itu.

“Sudalah noonaikut saja makan dengan kami, omma ingin berkenalan denganmu.” Kata Lay

@ruang makan

“Anak muda siapa namamu?kau tinggal kemana? Kenapa kau bisa terhanyut?” kata Ommaku.

“mmm ... mian, aku tidak tau siapa diriku, aku tidak ingat apa apa, aku juga tidak tahu kenapa aku bisa terhanyut.” Kata yeoja itu.

“Lalu kau mau apa setelah ini?”

“molla, aku tidak tahu harus kemana atu mau apa. Mungkin aku akan mencari pekerjaan agar bisa hidup.”
“bagaimana kalau kau tinggal disini!” Kataku tiba tiba.

“MWO!!!” mereka kaget secara bersamaan saat aku berkata begitu.

“Wae? Bukankah lebih baik jika yeoja ini tinggal bersama kita? Apalagi Omma ingin anak perempuan kan daridulu.” Kataku.

“Sebentar Omma pikirkan dulu.”

“omma lebih baik yeoja ini tinggal bersama kita saja, sepertinya yeoja ini baik hati pasti akan menyenangkan bila yeoja ini berada di sini.” Kata Lay dengan semangat.

 “benar Omma, kalau yeoja ini ada bersama kita aku tidak akan kesepian lagi, apalagi aku pernah memberinya nafas buatan!” kataku menambahi.

“jaga bicaramu!” kata ommaku geram.

“ha ha ha , aku hanya bercanda omma.” Kataku.

“Baiklah omma menurut saja, mungkin yeoja ini dapat memberi berkah untuk keluarga kita. Anak muda maukah kau tinggal di sini?”

“Sungguh? Bolehkah nyonya? Aku akan berusaha dengan baik” kata yeoja itu langsung berdiri dan membungkukkan badan.

“Anak muda jangan panggil aku nyonya, panggil aku omma saja nde.”

“Ah mian nyonya ... maksudku Omma.” Kata yeoja itu.

“Ehem.. pertama tama kita harus  menamai dulu yeoja ini , sungguh dari tadi aku bingung mau memanggilnya apa.” Sergahku.

“Bagaimana kalau marganya park sepertinya cocok.” Kata Lay~ah memberi ide.

“bagus bagus , lalu sambungan dari nama itu apa?” kataku lagi.

“Bora?” kat Ommaku.

“ ani ... anio. Nama itu jelek.” Kataku.

“Ide bagus!” kataku, Lay, dan omma bersamaan.

“ha ha ha.” Yeoja itu tertawa.

                Untuk pertama kalinya aku melihat yeoja itu tertawa, begitu manis. Seperti tidak ada beban dihidupnya. Aku beruntung dapat menemukannya.

“sudah sudah, ayo kita lanjutkan makannya !” kata Ommaku sedikit membentak.

@setelah makan

“Nah, sekarang ini kamarmu.”kataku.

“Sungguh Baekhyun~ssi? Kau tidak keberatan? Ini kan kamarmu.”

“Gwanchenayo, Aku bisa tidur dengan Lay~ah.”

“kamshamnida baekhyun~ssi .” kata yeoja itu sambil membungkuk.

“Sudahlah, jangan repot repot. Oh ya kau ...” kataku agak ragu.

“kau? Kenapa aku?”

“Kau ... panggil aku Oppa saja .” kataku langsung beranjak pergi.

                Aaah baekhyun babo!! Kenapa kau di depan seorang yeoja bisa seperti itu? Kau kenapa baekhyun !!! kau seperti tidak pernah meliha yeoja saja! Aaakh!.

“hyung kenapa wajahmu begitu?” kata lay mengagetkanku.

“ha?diamlah tidak usah banyak tanya! Sekarang aku akan tidur di kamarmu , kenapa wajahmu melongo ?? akkh sudalah aku mau keluar dulu!” kataku.

“Hyung?”

                Huh daripada aku terus memikirkan yeoja itu lebih baik aku keluar untuk jalan-jalan. Aku tidak menyangka bakal seperti ini.

“Oppa ...” aku menoleh ke arah sumber suara.

“wae ...” aku tidak menyangka bahwa yeoja itu yang memanggilku.

“mau ... kemana?”

“jalan-jalan”

“’boleh ikut ?” kata yeoja itu.

“mmm.. ayo ..”kataku.

                Akupun berjalan-jalan dengannya,banyak sekali tetangga yang melirik ke arahku, mereka seperti kaget karena sesuatu. Mungkin saat ini wajahku sangat merah, kami berjalan santai tanpa adanya percakapan. Inilah yang membuatku sangat tertekan.

“Hei Byun Baekhyun, apakah ini yeojachingumu??!” kata Chanyeol yang berlari menuju kearahku.

“ani... anio dia... dia ..” kataku gugup.

“ha ha ha, jangan berbohong .”kata chanyeol.

“dia .. Park Sora.” Yeoja itupun langsung membungkukkan badan

“Annyeonghaseo naneun Park Sora imnida” kata yeoja itu.

“aku Park Chanyeol , kau siapanya baekhyun.?”

“aku ... mmm baekhyun yang menyelamatkanku saat aku terhanyut di sungai.”

“Jinjja?Hebat kau Byun Baekhyun  dulu saat aku tenggelam di kolam kau tidak menolong sama sekali!” kata chanyeol.

“situasinya kan beda, ayo Sora kita pergi (sambil menarik tangan Sora).”

                Sebelum Chanyeol bertanya macam-macam lebih baik aku harus pergi menghindar, aku tidak mau jika Chanyeol tau kalau aku telah memberikan nafas buatan kepada yeoja ini.
“oppa ini mau kemana?”

“rumah saja nde? Ini sudah sore.”

TBC~~~

2 komentar: